May 22, 2017

Dokumen yang dibutuhkan untuk reakreditasi sutau program studi

Dokumen yang dibutuhkan untuk reakreditasi sutau program studi

*BORANG 1*:
🔸Dokumen proses penyusunan visi dan misi prodi, mungkin notulensi/laporan pokja (lama) di tingkat univ
🔸Dokumen bukti adanya monitoring/evaluasi ketercapaian visi dan misi, misal notulensi/laporan
🔸Dokumen RENSTRA prodi
🔸Dokumen proses penyusunan RENSTRA (notulen, daftar hadir, dll)
🔸Bukti bukti adanya evaluasi RENSTRA (notulen/laporan)
🔸Dokumen RENOP/RKT (Rencana Kerja Tahunan)
🔸Dokumen proses penyusunan RENOP (notulen, daftar hadir, dll)
🔸Bukti evaluasi RENOP, sepertinya laporan tahunan
🔸Bukti sosialisasi visi dan misi prodi (laporan kegiatan, banner, web, map prodi, suplemen akademik, brosur, cinderemata, dsb)
🔸Laporan hasil survei pemahaman visi dan misi (pada dosen, tendik, dan mahasiswa)

*BORANG 2*:
🔸Statuta dan Ortaker (ada di pak taufik atau googling)
🔸Bukti pemilihan kaprodi dan sekprodi (notulen, daftar hadir)
🔸Notulensi/undangan rapat ttg pembagian kuliah, pembentukan panitia kegiatan, praktikum, rencana kegiatan prodi, rencana anggaran, penunjukan DPA/DPL/PA, dll
🔸Notulensi/undangan sharing prodi dlm berbagai tema dg dosen, tendik, mahasiswa
🔸Contoh surat keluar-masuk antar unit di UIN >> kepemimpinan organisasi
🔸Contoh surat keluar-masuk antar instansi/lembaga >> kepemimpinan publik
🔸Contoh surat keluar-masuk ke/dari dosen >> kepemimpinan operasional
🔸Bukti keanggotaan dosen pada organisasi luar (nasional/inernasional), berupa piagamm, surat keterangan, atau kartu
🔸SK terkait jabatan dosen, misal anggota senat, kalab, ka-unit, dll
🔸Surat tugas dan permintaan surat tugas dosen dalam berbagai kegiatan (misal workshop penulisan, dll)
🔸Dokumen mutu prodi, semua dokumen ttg AMI/AME (juknis, hasil, kontrol, dan rekomendasinya)
🔸SOP prodi dan SOP Fakultas
🔸SK dan LPJ berbagai kegiatan BLU/BOPTN (praktikum, PKL, kegiatan tahunan)
🔸Laporan tahunan prodi
🔸Dokumen umpan balik dari dosen, mahasiswa dan stakeholder dan bukti tindak lanjutnya
🔸Foto-foto kegiatan prodi

*BORANG 3*:
🔸Data dan dokumen PMB termasuk bukti promosi/brosur (ada di fakultas/admisi)
🔸Data lulusan (ada di SIA)
🔸Data mahasiswa (ada di PD-DIKTI)
🔸Bukti prestasi mahasiswa (sertfikat)
🔸Dokumen peraturan tentang kelulusan dan DO (Panduan Akademik)
🔸Laporan kegiatan mahasiswa (LPJ)
🔸Bukti penerimaan beasiswa (SK)
🔸SK pembina kelompok studi
🔸Bukti pertemuan PA (daftar hadir)
🔸Kuesioner mengenai kepuasan layanan ke mahasiswa
🔸Tracer alumni dan analisis datanya
🔸Bukti kegiatan alumni
🔸Bukti sumbangan alumni
🔸Bukti jejaring alumni

*BORANG 4*:
🔸Pedoman tertulis tentang sistem seleksi, perekrutan, penempatan, pengembangan, retensi dan pemberhentian dosen dan tenaga kependidikan (Menpan/BKN/Kemenag/Pak Taufik atau googling)
🔸Undangan/notulensi rapat prodi terkait penambahan formasi dosen tetap
🔸Undangan/notulensi rapat prodi pengadaan dosen tidak tetap
🔸Undangan/notulensi rapat prodi penambahan formasi tenaga kependidikan (PLP)
🔸Pedoman tertulis tentang monitoring dan evaluasi, serta rekam jejak kinerja akademik dosen dan tenaga kependidikan?
🔸SK/sertifikat prajab, CTSD, Dosen Magang, Outbound, dll yg terkait pengembangan kompetensi)
🔸SK mengajar/pembimbing dosen
🔸Buku pedoman kinerja dosen dan tendik
🔸Bukti kinerja dosen bidang pendidikan (laporan IKD)
🔸Bukti kinerja dosen bidang penelitian (SK dan laporan penelitian)
🔸Bukti kinerja dosen bidang pelayanan/pengabdian kepada masyarakat (surat tugas, surat keterangan, laporan)
🔸Bukti kegiatan dosen tetap dalam seminar ilmiah/ lokakarya/ penataran/ workshop.
🔸Udangan/notulensi rapat prodi mengenai rencana studi lanjut dosen, pengajuan studi lanjut, peringatan, dll
🔸Bukti kontrol prodi terhadap dosen, misal ada dosen/tendik yg tidak disiplin (surat ke dosen atau ke fakultas?)
🔸Bukti pencapaian prestasi/reputasi dosen
🔸Fotokopi bukti keikutsertaan dosen tetap dalam organisasi keilmuan/profesi
🔸Fotokopi ijazah dan sertifikat tendik
🔸Dokumen penyusunan road-map penelitian/pengabdian dosen serta dokumen evaluasinya (pangan, material, dan lingkungan)
🔸Dokumen pelatihan untuk PLP/tendik
🔸Dokumen biodata PLP/tendik

*BORANG 5*:
🔸Dokumen ttp peraturan kurikulum yang berlaku di UIN
🔸Dokumen kurikulum prodi yg isinya meliputi proses penyusunan, evaluasi, pertimbangan, pembagian mata kuliah, penyesuaian mata kuliah, lampiran pendukung, dst
🔸Dokumen proses review kurikulum (SK, undangan, notulensi, produk)
🔸RPS yang telah disahkan (wajib dan pilihan)
🔸Modul kuliah (wajib dan pilihan)
🔸Modul praktikum (wajib dan pilihan)
🔸Jurnal kuliah/praktikum versi cetak dan online
🔸Rekap jurnal kuliah (IKD) per dosen versi online dicetak
🔸Kuesioner kuliah (online)
🔸Soal ujian
🔸Undangan/notulensi rapat prodi untuk penentuan PA, DPA, DPL
🔸SK dosen sbg PA, DPA, DPL
🔸Dokumen kontrol dosen terhadap bimbingannya masing-masing sbg PA, DPA, DPL (daftar hadir, buku TA)
🔸Buku berita acara munaqosyah, seminar proposal, ujian PKL
🔸Buku panduan PKL
🔸Buku panduan skripsi
🔸Buku panduan akademik
🔸LPJ OPAK, Sospem, PPK
🔸Bukti diskusi ilmiah rutin dosen
🔸Bukti kegiatan akademik non-kuliah mahasiswa

*BORANG 6*:
🔸Dokumen bukti keterlibatan prodi dlm perencanaan anggaran (biasanya di RKF), mungkin berupa notulensi
🔸Dokumen DIPA (aturan, juknis, dll)
🔸Dokumen alokasi dana BOPTN tahunan (RKA-KL)
🔸Dokumen alokasi dana BLU tahunan
🔸Pedoman remunerisasi
🔸Pedoman Operasioal Tarif (POT) BOPTN
🔸Dokumen pemasukan BLU (termasuk UKT mahasiswa kimia) setidaknya datanya
🔸Contoh TOR berbagai kegiatan BOPTN dan BLU
🔸LPJ kegiatan BOPTN dan BLU
🔸Bukti fisik ketersediaan prasarana ruang dosen, laboratorium, perpustakaan, ruang kelas, perkantoran, olah raga, kesehatan, ruang mahasiswa, dll
🔸Bukti fisik keberadaan buku teks, jurnal ilmiah nasional/internasional, skripsi, prosiding
🔸CD pembelajaran, CD software (dgn lisensi)
🔸Laporan pengadaan alat/bahan bahan lab
🔸Data dosen aktif menggunakan e-learning
🔸SK dan laporan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat
🔸Bukti sumber dana dari luar institusi nasional atau internasional jika ada

*BORANG 7*:
🔸SK dan laporan hasil penelitian dan pengabdian masyarakat
🔸SK atau laporan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat
🔸Artikel ilmiah dosen di jurnal ilmiah lokal, nasional, atau internasional.
🔸Keputusan Dirjen Hak Paten tentang karya yang telah dipatenkan
🔸Dokumen MoU dengan institusi lain di dalam maupun di luar negeri.
🔸Laporan kegiatan yang terkait dengan MoU yang telah dibuat.
0

Apr 11, 2017

Download Kamus Besar Bahasa Indoensia (KBBI) versi PDF

Kamus Besar Bahasa Indonesia - KBBI ini hadir sebagai cara termudah untuk mencari terjemahan kata dalam bahasa Indonesia. Anda dapat menggunakannya secara gratis untuk memperdalam kemampuan berbahasa Indonesia Anda. Anda juga dapat menggunakannya untuk memverifikasi kata yang mungkin belum Anda pahami maknanya. 

0

Apr 7, 2017

14 Slide Presentasi PowerPoint 3 Dimensi Terbaik Gratis

Melakukan presentasi yang sukses dan terlihat mengesankan dimata orang lain tentu menjadi dambaan setiap orang.

Biasanya orang yang akan melakukan presentasi sibuk dengan data dan gambar saja, namun mereka lupa akan template yang akan digunakan, padahal template memerankan peranan yang cukup penting di dalam presentasi Anda.

Template bisa membuat orang terkesan, membuat Anda terlihat serius, dan memberikan nuansa dan suasana tertentu kepada yang melihatnya.

Tertarik mencari template powerpoint untuk presentasi Anda? Anda bisa download langsung dari sini. Atau coba lihat dulu videonya, boleh lihat aja di sini kerennya kayak gmn..
 Ok, sudah, sekarang kamu bisa download 14 slide gratis 3 dimensi

Apr 5, 2017

Density Functional Theory (DFT)

Density Functional Theory (DFT) atau teori fungsi kerapatan merupakan salah pendekatan dalam kimia komputasi yang menyederhanakan variabel x, y, dan z elektron menjadi fungsi gelombang sebagai fungsi kerapatan atau Ψ(ρ (x,y,z)). Fungsi gelombang Ψ(ρ) adalah fungsi yang bergantung pada fungsi kerapatan ρ(r) dimana ρ(r) bergantung pada variabel x, y, dan z sesuai persamaan II-13 [33].
                       (II-13)
dimana N adalah jumlah elektron.

Jika sistem bergantung waktu (t), maka fungsi kerapatannya bergantung pada x, y, z, dan t sesuai persamaan II-14. Pendekatan DFT sesuai persamaan II-14 tersebut disebut Time  Dipendent – DFT (TD-DFT).
                   (II-14)

Fungsi ρ(r) atau ρ(r,t) merupakan solusi untuk persamaan Schrodinger sistem berelektron banyak yang interaksi antar elektronnya tidak dapat diabaikan. Berdasarkan persamaan II-13, Kohn dan Sham memberikan persamaan untuk menentukan energi sistem sesuai persamaan II-15.
       (II-15)
dimana Tni menyatakan energi kinetik elektron tanpa interaksi yakni jumlah semua energi kinetik elektron, Vne menyatakan potensial tarik menarik inti-elektron sesuai persamaan II-16, Vee menyatakan potensial tolak melolak elektron-elektron sesuai persamaan II-17, ∆T menyatakan koreksi energi kinetik karena interaksi dengan elektron, dan ∆Vee menyatakan koreksi potensial tolak melolak elektron-elektron [33].
                                (II-16)
                             (II-17)
Jika ρ(r) pada persamaan II.14 dinyatakan sebagai orbital, maka diperoleh persamaan II.18 sebagai persamaan yang baru.
    (II-18)
dimana N adalah jumlah elektron, χ adalah orbital elektron sesuai persamaan      II-19, dan EXC adalah energi pertukaran yang menyatakan korelasi elektron sesuai persamaan II-20.
                                                                                  (II-19)
                                                (II-20)
Parameter εXC menyatakan kerapatan energi sebagai jumlah energi elektron baik yang berkorelasi atau tidak [33].

Beberapa cara telah dilakukan untuk menetukan nilai EXC. Cara yang paling umum adalah pendekatan kerapatan lokal atau Local Density Approximation (LDA) sebagaimana dirumuskan pada persamaan II-21 dan pendekatan kerapatan spin lokal atau Local Spin Density Approximation (LSDA) sebagaimana dirumuskan pada persamaan II-22. Namun, khusus untuk senyawa organik pendekatan yang paling banyak dipakai adalah pendekatan Becke Three term Lee-Yang-Parr (B3LYP) yakni sebuah fungsi hibrid sesuai persamaan II-23 [33].
                                                                                       (II-21)
                                               (II-22)
                                 (II-23)
dimana nilai teroptimasi a = 0.20, b = 0.72, dan  c = 0.81.
0

Apr 3, 2017

EDG dan EWG sebagai substituen ligan heterosiklik

Substituen EDG (Electron Donating Group) dan EWG (Electron Withdrawing Group) adalah atom atau molekul yang dapat menambah dan mengurangi kerapatan elektron suatu sistem. Atom atau molekul yang berperan sebagai EWG meningkatkan kestabilan anion atau sistem yang kaya elektron dengan cara menyebarkan muatan negatif sistem tersebut atau mengurangi kerapatan elektron pusat sistem. Sebaliknya, atom dan molekul yang berperan sebagai EDG mengurangi kestabilan anion atau sistem yang kaya elektron dengan cara menambah muatan negatif sistem tersebut atau meningkatkan kerapatan elektron pusat sistem.
Mekanisme distribusi kerapatan elektron tersebut terjadi dengan 2 cara, yaitu melalui ikatan σ yang disebut efek induksi atau melalui ikatan π yang disebut efek resonansi. Kemampuan suatu atom atau molekul mengalami induksi dan atau resonansi ditentukan oleh keelektronegatifan atom-atomnya, pasangan elektron yang dimiliki, dan keadaan ikatan rangkapnya. Contoh susbtituen atom atau molekul EDG/EWG yang mengalami  proses induksi dan resonansi atau kedua-duanya disajikan pada  tabel I.
Tabel I    Contoh susbtituen EDG/EWG berdasarkan mekanisme distribusi muatan
Sifat EDG/EWG
Contoh

EDG induksi

Umumnya gugus alkil, terutama alkil bercabang, contoh -CH3, -CH2CH3, -CH(CH3)CH2, dan lain-lain
EWG induksi
Gugus tanpa pasangan elektron bebas tapi memiliki muatan parsial/formal positif, contoh -CF3, NH4+, dan lain-lain
EDG resonansi/EWG induksi
Gugus dengan atom yang bersifat elektonegatif dan memiliki pasangan elektron bebas, contoh  -X, -OH, -NH2, dan lain-lain
EWG resonansi
Gugus dengan atom yang terikat dengan ikatan rangkat, contoh –CHO, -COR, -CN, -COOR, dan lain-lain
EDG/EWG resonansi
Contoh -CH=CH2, -C6H5, dan lain-lain
EWG resonansi/induksi
Contoh -NO2, dan lain-lain

Jika suatu kompleks menggunakan ligan tersubstitusi EDG/EWG, maka efek induksi dan resonansinya dapat mempengaruhi sifat kompleks tersebut. Salah satu diantaranya adalah kompleks Ru(II) dengan ligan 2,9-dimetil-1,10-fenantrolin. Gugus metil (CH3) sebagai EDG meningkatkan kerapatan elektron pada ligan sehingga transisi elektronik lebih mudah terjadi yang ditandai dengan bertambahnya absorsivitas molar kompleks. Akan tetapi, gugus metil tersebut menjadikan bentuk ligan fenantrolin tidak planar sehingga mempersulit terjadinya transisi MLCT (Metal to Ligan Charge Transfer). Hal yang sama terjadi pada kompleks Mn(II) dengan ligan 4,7-dimetil-1,10 fenantrolin, tapi berbeda pada kompleks Co(II) dengan ligan yang sama, yakni gugus metil justru membantu transisi MLCT kompleks Co(II)-4,7-dimetil-1,10-fenantrolin .

Penelitian yang lain menunjukkan perbedaan pengaruh substituen rantai alkil yang mengandung gugus hidroksi (OH), karboksil (CH3COO), dan fenil pada kompleks Cu(I)-fenantrolin. Gugus fenil pada substituen rantai alkil memperlemah intensitas luminesensi kompleks dan cenderung mengemisi radiasi inframerah. Selain itu, adsorpsi radiasi UV pada kompleks tersebut dominan disebabkan oleh transisi π-π* molekul ligan. Gugus fenil juga mempengaruhi sifat optik kompleks Fe(II)-1,10-fenantrolin dan Ni(II)-1,10-fenantrolin yakni meningkatkan hipokromisitas pita MLCT-nya
0